(PANGKALAN BARU) Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS) Bangka Belitung bekerjasama dengan Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (MLH PWM) Bangka Belitung mengadakan kegiatan “Ngupi dan Bekisah” Spirit 10th World Water Forum yang mengusung tema “Siapkah Bangka Belitung Menghadapi Ancaman Perubahan Iklim?”.
Kegiatan ini diselenggarakan di gedung Babel Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Rabu, 29 Mei 2024, dengan menghadirkan narasumber ; Ketua MLH PP Muhammadiyah Azrul tanjung, S.E., M.Si., Plh. Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bangka Belitung Edi Kurniadi, S.ST., M.M., Koordinator Relawan Forum DAS Babel Arinda Unigraha, dan Kepala Seksi KPISDA BWS Bangka Belitung, Huda Bachtiar, S.Si., M.Sc.
Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., selaku Ketua FORDAS Babel, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Babel yang membidangi Majelis Lingkungan Hidup dan sekaligus Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, berharap tema yang diangkat menjadi spirit bagi semuanya agar dapat menterjemahkan dan membuat gagasan untuk membumikan fikiran-fikiran karena air adalah sumber kehidupan.
“Saya berharap bisa dikristalisasikan di Bangka Belitung, bagaimana FORDAS, Majelis Lingkungan Hidup dan juga kita semuanya didalam pengelolaan lingkungan hidup harus berwawasan ekonomi, tidak hanya berwawasan lingkungan, ini yang harus kita cari solusinya”.
“Sebagai Rektor saya berharap agar nilai-nilai atau atmosfir akademik dalam acara ini jangan sampai hilang begitu saja. Saripatinya dapat diambil sebagai bahan rekomendasi kepada Pemerintah Provinsi Bangka Belitung, membuatkan gagasan, dan insyaAllah bisa menghasilkan karya yang besar”, ucap Fadillah.
Hadir sebagai tamu undangan dan peserta kegiatan diantaranya dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, BPBD Provinsi Babel, BWS Babel, BPDAS Batu Rusa Cerucuk, Bappeda, Relawan FORDAS dan Civitas Academica Unmuh Babel.
Beberapa poin isu lingkungan yang dihasilkan dari tanya jawab audiens kepada narasumber diantaranya ; Soal pengelolaan sampah dikota Pangkalpinang.
Masyarakat khususnya warga Muhammadiyah dapat menjadikan sampah sebagai sesuatu yang menghasilkan, khususnya bagi prodi KSDA Unmuh Babel bisa menjadikan sampah sebagai sebuah entitas bisnis.
Prodi Pariwisata dan KSDA Bisa bekerjasama dengan KLHK Babel dalam merancang sebuah studi kelayakan semisal pembagian 5 bibit mangrove bagi 1 orang untuk ditanam, hal ini bisa jadi bisnis dunia-akhirat.
SDA berupa tambang baik timah, emas, batu bara, dan sebagainya adalah keniscayaan sebagai karunia dari Allah, namun harus mampu di kelola secara baik dan benar, yakni ditambang dan diperbaiki kembali lahan bekas galian. Negara harus hadir dalam hal ini, dan juga keselarasan semua pihak yakni kesadaran dari masyarakat itu sendiri.


