Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Senin, 17 Juni 2024/10 Dzulhijjah 1445 H, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah mengeluarkan edaran khusus mengenai pelaksanaan Green Qurban. Edaran ini bertujuan untuk mengajak umat Islam merayakan Qurban dengan cara yang lebih ramah lingkungan, sejalan dengan prinsip menjaga kelestarian alam. Melalui penerapan konsep Green Qurban, Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah mengajak masyarakat untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan sembari tetap menjalankan ibadah Qurban dengan penuh khidmat dan keikhlasan.
Maklumat “Green Qurban” MLH PP Muhammadiyah 1445 H
Nomor: 366/EDR/I.12/O/2024
Metode Pelaksanaan Green Qurban
- Perencanaan dan Sosialisasi
Perencanaan yang matang dan sosialisasi yang efektif merupakan langkah awal dalam pelaksanaan green qurban. Identifikasi lokasi yang sesuai dengan prinsip ramah lingkungan sangat penting. Memilih lokasi qurban dengan akses air bersih akan membantu mencegah pencemaran sumber air yang penting bagi masyarakat. Sosialisasi kepada masyarakat mengenai konsep green qurban harus dilakukan melalui berbagai media, termasuk ceramah, selebaran, dan media sosial, untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi. Koordinasi dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan organisasi lingkungan juga diperlukan untuk memastikan pelaksanaan yang terintegrasi dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.
- Pemilihan dan Penanganan Hewan
Pemilihan hewan qurban yang sehat adalah langkah kritis dalam green qurban. Data World Organization for Animal Health (OIE) menunjukkan bahwa hewan yang sehat mengurangi risiko penyebaran penyakit zoonosis, sehingga penting untuk memastikan hewan memiliki sertifikat kesehatan yang valid. Penanganan hewan harus memperhatikan kesejahteraan hewan, dengan menyediakan kandang yang bersih, nyaman, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Kepadatan kandang harus dijaga agar hewan tidak mengalami stres, yang dapat mempengaruhi kesehatan dan kualitas daging.
- Pengelolaan Limbah
Pengelolaan limbah yang efektif adalah komponen utama dalam green qurban. Dengan mengelola limbah qurban melalui pengomposan, kita dapat mengurangi dampak lingkungan yang dihasilkan. Limbah cair dan padat yang dihasilkan selama proses qurban harus dikelola dengan benar untuk menghindari pencemaran lingkungan. Penggunaan bahan ramah lingkungan, seperti kantong biodegradabel atau daun pisang untuk membungkus daging qurban, sangat dianjurkan.
- Proses Penyembelihan
Proses penyembelihan harus dilakukan sesuai dengan syariat Islam dan standar kesejahteraan hewan. Hal ini melibatkan penggunaan alat yang tajam dan bersih untuk memastikan penyembelihan yang cepat dan minim rasa sakit bagi hewan. Teknik penyembelihan yang benar juga akan meningkatkan kualitas daging yang dihasilkan.
- Distribusi Daging
Distribusi daging qurban harus dilakukan dengan efisien dan tepat sasaran. Dengan mengelola distribusi daging qurban secara efisien, kita dapat mengurangi pemborosan dan memastikan lebih banyak orang mendapatkan manfaat dari qurban. Daging harus dipisahkan berdasarkan jenisnya (daging, tulang, jeroan) dan didistribusikan kepada yang berhak dengan cara yang higienis. Penggunaan wadah ramah lingkungan, seperti wadah yang bisa didaur ulang atau bahan alami seperti daun pisang, sangat dianjurkan.
- Edukasi dan Pengawasan
Edukasi masyarakat mengenai pentingnya green qurban dan pengelolaan limbah yang baik adalah langkah penting dalam pelaksanaan qurban yang berkelanjutan. Penyuluhan mengenai cara-cara praktis dalam pengelolaan limbah dan penerapan green qurban dapat dilakukan melalui berbagai forum. Pengawasan selama proses qurban dan evaluasi setelah pelaksanaan juga diperlukan untuk memastikan semua langkah berjalan sesuai rencana dan menemukan area yang perlu ditingkatkan di masa depan.
- Penanaman Pohon atau Reboisasi
Sebagai bagian dari kompensasi emisi karbon yang dihasilkan dari proses qurban, penanaman pohon atau reboisasi merupakan langkah penting dalam green qurban. Program ini bertujuan untuk mengimbangi dampak lingkungan yang ditimbulkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem. Kerjasama dengan program atau organisasi reboisasi akan memastikan penanaman pohon dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan upaya pelestarian lingkungan lainnya. Program reboisasi yang terencana dan berkelanjutan dapat meningkatkan biodiversitas dan mengembalikan fungsi ekosistem yang rusak.
Melalui langkah-langkah ilmiah ini, pelaksanaan green qurban tidak hanya akan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan hewan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
sumber gambar: pixabay


