Maklumat Green Ramadhan 1446 H Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah

Bulan Ramadan adalah momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan kebaikan. Namun, tanpa disadari, konsumsi berlebihan dan limbah yang dihasilkan selama Ramadan dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Menurut laporan UNEP (United Nations Environment Programme), setiap tahun sekitar 931 juta ton makanan terbuang di seluruh dunia, dan lonjakan konsumsi saat Ramadan turut berkontribusi terhadap limbah makanan yang berlebihan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjalankan Ramadan yang lebih ramah lingkungan.

Menyikapi hal tersebut, Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan Maklumat Green Ramadhan, sebuah upaya untuk melaksanakan ibadah Ramadhan sembari menjaga lingkungan sekitar. Berikut point-point dari Maklumat Green Ramadhan 1446 H:

1. Mengurangi Sisa Makanan dan Konsumsi Berlebihan

Membuang makanan sama dengan menyia-nyiakan sumber daya seperti air, energi, dan tenaga kerja yang digunakan dalam produksinya. Rasulullah SAW mengajarkan agar makan secukupnya, sesuai sunnah beliau: “Tidaklah anak Adam memenuhi bejana yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap makanan yang bisa menegakkan tulang rusuknya. Jika harus (makan lebih), maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Dengan menerapkan prinsip ini, kita bisa mengurangi limbah makanan dan menjaga pola makan yang lebih sehat.

2. Berbuka dengan Buah-Buahan dan Sayuran

Nabi Muhammad SAW lebih banyak mengonsumsi makanan alami seperti gandum, kurma, air, susu, madu, sayur, dan buah. Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), produksi daging bertanggung jawab atas sekitar 14,5% dari seluruh emisi gas rumah kaca global. Mengurangi konsumsi daging selama Ramadan tidak hanya mengikuti pola makan Nabi, tetapi juga membantu mengurangi jejak karbon dan dampak lingkungan.

3. Mengurangi Penggunaan Botol Plastik

Plastik sekali pakai, termasuk botol plastik, menjadi masalah besar bagi lingkungan. Menggunakan botol minum isi ulang (tumbler) bisa menjadi solusi sederhana namun efektif untuk mengurangi limbah plastik.

4. Mengurangi Penggunaan Styrofoam

Styrofoam adalah bahan yang sulit terurai dan dapat bertahan di lingkungan selama ratusan tahun. Styrofoam dapat mencemari tanah dan air, mengganggu kesehatan manusia serta hewan. Menggunakan wadah makanan ramah lingkungan seperti wadah dari bahan daur ulang atau biodegradable bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

5. Menggunakan Botol Minum Sendiri (Tumbler)

Saat bepergian ke masjid, kantor, sekolah, atau rumah teman, biasakan membawa botol minum sendiri agar mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Dengan membawa tumbler, kita bisa membantu mengurangi limbah plastik yang mencemari bumi.

6. Menghentikan Penggunaan Piring, Gelas, dan Sendok Plastik Sekali Pakai

Di banyak tempat berbuka puasa, peralatan makan sekali pakai sering digunakan karena praktis. Namun, plastik sekali pakai sering kali tidak terurai dengan baik dan berkontribusi pada pencemaran lingkungan. Menggunakan peralatan makan yang dapat digunakan kembali adalah langkah kecil yang berdampak besar.

7. Membawa Tas atau Tempat Belanja yang Dapat Digunakan Berulang Kali

Saat berbelanja di toko atau supermarket, membawa tas belanja sendiri bisa membantu mengurangi ketergantungan pada kantong plastik. Dengan kebiasaan sederhana ini, kita bisa mengurangi limbah plastik dan menjaga kelestarian alam.

8. Menghemat Air Wudhu dan Memanfaatkan Sisa Air Wudhu

Air adalah sumber daya yang semakin terbatas. Studi dari UNESCO menunjukkan bahwa 2,2 miliar orang di dunia mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih. Nabi Muhammad SAW hanya menggunakan sekitar setengah liter air saat berwudhu. Menghemat air wudhu dan memanfaatkan sisa air untuk menyiram tanaman bisa menjadi langkah sederhana dalam menjaga sumber daya air.

9. Membiasakan Naik Kendaraan Umum

Penggunaan kendaraan pribadi menyumbang emisi karbon yang signifikan. Membiasakan naik kendaraan umum, bersepeda, atau berjalan kaki dapat membantu mengurangi jejak karbon dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.

10. Menanam Pohon Produktif

Menanam pohon tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan tetapi juga membantu ketahanan pangan.Satu pohon dapat menyerap hingga 48 pon karbon dioksida per tahun dan menyediakan oksigen yang cukup untuk dua orang. Memulai kebiasaan menanam pohon produktif di rumah, masjid, atau lingkungan sekitar bisa menjadi kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

11. Menguatkan dan Mengimplementasikan Program-Program MLH

Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Muhammadiyah memiliki berbagai program lingkungan seperti Gerakan Shadaqah Sampah (GSS), eco-village, Training Audit Lingkungan, dan program lainnya yang bertujuan menciptakan kehidupan yang lebih berkelanjutan. Program-program ini perlu diperkuat dan diimplementasikan secara lebih luas agar dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Kesimpulan

Menjalankan Ramadan dengan lebih ramah lingkungan bukan hanya sekadar tren, tetapi juga bagian dari ibadah dan tanggung jawab kita sebagai khalifah di bumi. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, kita tidak hanya meningkatkan kualitas spiritual, tetapi juga ikut menjaga kelestarian alam untuk generasi mendatang. Mari wujudkan Ramadan yang lebih hijau dan berkelanjutan!

Leave a Comment

Back to top button