MLH PP Muhammadiyah dan BPKH Gelar FGD Green Hajj, Dorong Ibadah Haji Ramah Lingkungan

Jakarta, 13 Maret 2025 – Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk Green Hajj di Kantor BPKH, Muamalat Tower, Jakarta. Diskusi ini juga menjadi ajang pembahasan buku Responsible Green Hujaaj: Haji yang Ramah Lingkungan, yang sedang dalam tahap perancangan oleh MLH PP Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Harry Alexander, S.H., M.H., LL.M. dari BPKH menegaskan pentingnya pengelolaan air dalam kehidupan sehari-hari dan dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Buku ini diharapkan menjadi panduan bagi berbagai lembaga keislaman dalam menyelenggarakan haji yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MLH PP Muhammadiyah, M. Azrul Tanjung, S.E., M.Si., menekankan bahwa diskusi ini penting karena menghubungkan aspek ibadah dengan kesadaran lingkungan.

“Perilaku sederhana yang sering dianggap sepele dapat berdampak besar terhadap lingkungan. Jamaah haji Indonesia harus menjadi contoh dalam pelaksanaan Green Hajj,” kata Azrul.

FGD ini menghadirkan beberapa narasumber yang memberikan wawasan terkait upaya membangun kesadaran lingkungan dalam ibadah haji. Djihadul Mubarok, S.E., M.H., menyampaikan bahwa hasil diskusi ini akan menjadi bahan utama dalam penyusunan buku Responsible Green Hujaaj.

“Berbagai pandangan dan perspektif yang kita kumpulkan pada FGD kali ini akan menjadi referensi utama yang kita harapkan akan meningkatkan kualitas buku panduan Green Hajj ini”, ujar Djihadul Mubarok.

Sementara itu, Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP., IPM., membahas tentang teologi ramah lingkungan sebagai dasar dalam pelaksanaan ibadah berbasis perawatan alam.

Ia menyoroti beberapa langkah konkret dalam Green Hajj, termasuk wakaf tanaman saat pendaftaran haji, manasik haji yang berorientasi ramah lingkungan, upaya mengurangi produksi sampah selama pelaksanaan haji, dan lain-lain.

Selain itu, Rijal Ramdani, S.IP., MPA., Ph.D., mengulas tantangan lingkungan yang dihadapi dalam musim haji, seperti penggunaan air, pengelolaan sampah, serta konsumsi makanan yang berlebihan. Ia juga memperkenalkan konsep environmental governance dalam pelaksanaan ibadah haji yang lebih berkelanjutan.

Hadir juga memberi pemaparan perwakilan dari Lembaga Haji dan Umroh (LPHU) PP Muhammadiyah, H. Nur Achmad, MA. selaku wakil ketua LPHU PP Muhammadiyah. Ia menjelaskan dengan detail prinsip-prinsip akidah dalam upaya perawatan lingkungan dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Green Hajj menjadi satu gagasan yang harus digaungkan. Sebab, kemabruran haji bisa juga dipengaruhi oleh bagaimana sikap jamaah pada lingkungan. Terlebih, banyak aspek dalam rukun haji yang merepresentasikan kelestarian alam”, tegas Nur Achmad.

Dalam sesi masukan dan saran, berbagai pihak seperti AMPHURI (Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia), DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan perwakilan dari MLH PP Muhammadiyah serta BPKH turut memberikan perspektif mereka.

Mereka menyoroti perlunya edukasi sejak dini mengenai haji ramah lingkungan, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, serta penelitian lebih lanjut dalam mendukung infrastruktur Green Hajj.

Buku Responsible Green Hujaaj ditargetkan selesai sebelum pelaksanaan ibadah haji 2025 dan direncanakan akan dicetak dalam bahasa Inggris dan Arab agar dapat didistribusikan kepada pemerintah Arab Saudi dan seluruh jamaah haji nantinya.

Buku ini ditulis oleh sejumlah pakar lingkungan dan akademisi dari MLH PP Muhammadiyah, termasuk Prof. Dr. Ir. Prabang Setyono, M.Si., Dr. Ir. Gatot Supangkat, MP., IPM., Harry Alexander, S.H., M.H., LL.M., Djihadul Mubarok, S.E., M.H., Dr. Ane Permatasari, S.IP., M.A., dan Rijal Ramdani, S.IP., MPA., Ph.D. Dengan adanya diskusi ini, MLH PP Muhammadiyah dan BPKH berharap dapat mendorong perubahan perilaku jamaah haji Indonesia agar lebih sadar akan dampak lingkungan dari ibadah mereka. Green Hajj bukan hanya sekadar konsep, tetapi gerakan nyata menuju ibadah haji yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Exit mobile version