MLH PP Muhammadiyah Resmi Launching Lima Program Lingkungan Hidup

Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah merilis lima program lingkungan pada Ramadhan 1446 H di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Lima program tersebut, antara lain Hutan Berkemajuan, Adiwiyata Berkemajuan, Green Deen, Green Hajj, hingga Pelatihan Kader Lingkungan.

Para pengurus MLH PP Muhammadiyah, anggota Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH), Majelis/Lembaga PP Muhammadiyah, Ortom, dan segenap direksi perbankan syariah nasional dan daerah, direktur Republika hingga Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup Noer Adi Wardojo ikut memeriahkan acara tersebut.

Acara yang dihadiri hingga 100 peserta ini bertempat di Aula Lt.1 Kantor PP Muhammadiyah Jakarta dan turut diselingi dengan pameran produk ramah lingkungan.

Dalam sambutannya, Ketua MLH PP Muhammadiyah M Azrul Tanjung menjelaskan, rilis program ini menjadi bukti dari komitmen MLH PP Muhammadiyah dalam menjaga lingkungan yang berkelanjutan. “Pada bulan yang penuh berkah ini, kita melakukan sebuah launching. Ini bukan hanya sekadar launching,” ujar dia dalam sambutannya.

Azrul menjelaskan, sebelum rilis program tersebut, ada beberapa acara yang dilakukan. Salah satunya yakni Green Hajj atau Haji Hijau untuk membuat buku/panduan bagaimana haji bernuansa hijau. Salah satunya yakni bagaimana pengelolaan limbah haji jamaah haji Indonesia.

Dia mengatakan, buku ini akan dibuat dalam tiga bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Arab dan bahasa Inggris. “Misalnya penggunaan air bagi jamaah haji kita akan memberikan panduan,” ujar dia.

Tidak hanya itu, MLH PP Muhammadiyah juga secara intensif melakukan berbagai pelatihan hijau. Salah satunya, ujar Azrul, yakni pelatihan kader lingkungan. Menurut Azrul, pelatihan tersebut sudah diselenggarakan di berbagai daerah seperti Bali, Sumatra Utara, Sulawesi Utara, Riau dan Sumatra Barat.

“Pada April, akan dilakukan pelatihan kader lingkungan di Jambi bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” jelas dia.

Azrul juga mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan audit energi terhadap organisasi maupun amal usaha yang berada naungan Muhammadiyah di beberapa daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta. Audit lingkungan tersebut akan dilakukan kembali di Jawa Barat pada April bulan depan.

“Ada dua program utama yang sudah dijalankan Muhammadiyah yakni kader lingkungan dan audit energi,” kata Azrul.

Menurut Sekretaris MLH PP Muhammadiyah Djihadul Mubarok, pihaknya melakukan diversifikasi terhadap program lingkungan pada tahun ini. Salah satunya yakni untuk program Hutan Berkemajuan yang akan bekerjasama dengan Republika.

Menurut Djihad, banyak lahan wakaf yang tidak produktif dan terbilang kritis yang bisa dijadikan hutan. Di Muhammadiyah, ujar dia, banyak tanah wakaf atau hutan yang diamanahkan. Sementara itu, dia mengatakan, program Wakaf Hutan sendiri sebelumnya sudah diinisiasi oleh Republika.

“Republika menjadi stakeholder kita yang concern terhadap isu hutan. Kita tidak menutup pintu. Bisa siapa saja ikut andil dalam program hutan berkelanjutan,” kata dia.

Direktur PT Republika Nur Hasan Murtiaji mengatakan, sebuah survei yang dilakukan oleh Purpose kaitannya dengan iklim mengungkapkan, tokoh agama atau ulama menjadi sosok yang paling dipercaya untuk isu lingkungan.

Untuk mengarusutamakan isu Islam dan lingkungan, ujar Hasan, Republika membuat kanal khusus bernama ESG Now yakni Environment, Social, dan Governance. “Dari data analitik kami, tren pembaca yang kaitannya dengan isu lingkungan ada isu kenaikan dari bulan ke bulan. Konten isu lingkungan tinggi engagement rate-nya,” kata dia.

Selain itu, MLH PP Muhammadiyah juga memperkuat program Green Deen dengan upaya penyelamatan lingkungan melalui pembuatan 1000 Reverse Vending Machine (RVM) untuk sampah plastik bekerja sama dengan PlasticPay.

Program ini bertujuan untuk mengurangi limbah plastik dengan cara yang lebih inovatif, di mana masyarakat dapat menukarkan sampah plastik mereka dengan manfaat ekonomi. Dengan meningkatnya permasalahan sampah plastik di Indonesia, program ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret dalam membangun kesadaran dan kebiasaan masyarakat terhadap daur ulang serta pengurangan sampah plastik.

Program Adiwiyata Berkemajuan juga dicanangkan dengan ambisi menjadikan 1001 sekolah Muhammadiyah sebagai sekolah berbudaya lingkungan hidup. Program ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam kurikulum dan budaya sekolah, membangun kesadaran lingkungan bagi siswa sejak dini.

Dengan semakin banyak sekolah yang berpartisipasi, diharapkan akan tercipta generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan dan memiliki keterampilan dalam menjaga serta melestarikan alam.

Di tahun 2025 ini, MLH PP Muhammadiyah akan semakin masif dalam menyelenggarakan Pelatihan Kader Lingkungan untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kapasitas kader lingkungan di berbagai daerah.

Dengan berbagai program tersebut, MLH PP Muhammadiyah terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengembangkan ekosistem hijau yang berkelanjutan.

Djihadul Mubarok menegaskan bahwa seluruh program yang telah diluncurkan ini adalah langkah nyata Muhammadiyah dalam menjawab tantangan krisis lingkungan.

“Kita tidak bisa lagi hanya bicara soal isu lingkungan tanpa tindakan nyata. Muhammadiyah hadir dengan aksi-aksi konkret yang berdampak luas bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Djihad. Ia menambahkan bahwa program-program ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi organisasi lain dalam membangun gerakan lingkungan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Back to top button