Refleksi Gerakan Lingkungan Hidup Muhammadiyah

Tahun 2024 kemarin, menjadi salah satu tahun yang penuh akan dinamika gerakan lingkungan hidup di Indonesia. Pada konteks yang lebih luas, isu-isu lingkungan yang berkembang baik pada tataran nasional hingga global, terus mendesak banyak perhatian dari berbagai pihak. Tak terkecuali pada organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah.

Sebagai organisasi berbasis keagamaan, tentu Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral akan komitmennya pada perawatan lingkungan hidup serta keberlanjutan dan keseimbangan ekosistem. Pergerakan besar Muhammadiyah tersebut diemban oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH) sesuai dengan tupoksinya.

Artinya, secara spesifik, MLH memiliki tanggung jawab utama membawa nama baik Muhammadiyah akan misi lingkungan berkemajuan di Indonesia. MLH tentu harus mengambil langkah-langkah strategis yang tepat untuk menjawab tantangan lingkungan era ini.

Pada tahun 2024, MLH memiliki beberapa capaian untuk menjawab tantangan lingkungan yang ada. Berawal dari permasalahan lingkungan yang hadir, berlanjut pada tataran analisis yang komperhensif, hingga mencetuskan gerakan yang on point sesuai pada permasalahan yang ada.

Peningkatan Kesadaran Publik

MLH menyadari salah satu tantangan terbesar dalam misi penyelamatan lingkungan ialah mengenai kesadaran publik. Nyatanya, setiap masing-masing individu dengan apa yang bisa mereka lakukan, memiliki peran besar akan keselamatan lingkungan yang signifikan. Begitupun sebaliknya, memiliki potensi kerusakan lingkungan yang signifikan pula.

Padahal, sejatinya tiap-tiap umat beragama memiliki ajaran positif mengenai pemeliharaan alam sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Mengingat Indonesia dengan keragaman kepercayaan, hal ini tentu menjadi ironi dengan kenyataan dilapangan yang cenderung minim akan kesadaran individu untuk menjaga lingkungan.

Dasar permasalahan ini tak luput dari perhatian MLH agar bagaimana peran Muhammadiyah mampu menyelesaikan masalah ini secara siginifikan. Mulai dari ragamnya aktivitas pelatihan serta berbagai aksi inovatif yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik akan lingkungan.

Kabar baiknya, pada tahun 2024 kesadaran publik pada isu lingkungan meningkat secara signifikan. Survei yang dirilis oleh Religious dan Environmental Action (REACT) (2024) memperlihatkan bahwa 79,45% masyarakat di Indonesia mengetahui dan menganggap perubahan iklim adalah isu yang mendesak. Hal ini menunjukkan peningkatan yang mana pada tahun 2023.

Pelatihan Kader Lingkungan (PKL) yang dilakukan MLH PP Muhammadiyah menjadi salah satu gerakan utama bagaimana pentingnya meningkatkan kesadaran bersama terkait misi besar ini. Pelatihan yang dilakukan di Bali (10 Oktober 2024), Riau (08 November 2024), hingga di Manado (29 November 2024), berjalan dengan sukses dengan dukungan berbagai pihak.

Penempatan tiga titik pelatihan tersebut dilakukan demi upaya pemerataan peningkatan kesadaran di seluruh Indonesia. MLH harus memastikan minimal setiap kader Muhammadiyah dari ujung timur, hingga ujung barat Indonesia mampu bersatu dalam lingkup perspektif yang sama serta pada satu cita-cita bersama akan kelestarian lingkungan.

Selain itu, aksi kampanye lingkungan yang massif dilakukan oleh MLH seperti Hari Lingkungan Hidup Internasional, Hari Mangrove Internasional, dan lain sebagainya memperlihatkan kecenderungan positif akan perhatian publik akan isu lingkungan.

Peningkatan kesadaran bersama ini lah yang akhirnya akan menjadi modal besar pergerakan Muhammadiyah kedepan akan jauh lebih baik untuk menjukkan trend yang positif dampaknya pada keseimbangan ekosistem di masa depan.

Kolaborasi Bersama

Pada aksi penyelamatan alam, kesadaran individu menjadi pondasi penting dalam kesuksesannya. Ketika kesadaran bersama telah didapatkan setidaknya pada sebagian besar masyarakat Indonesia, langkah penting selanjutnya adalah bagaimana meningkatkan kolaborasi untuk tujuan bersama.

Tak dapat dipungkiri, untuk melakukan aksi nyata terhadap lingkungan juga membutuhkan kolaborasi antar pihak. Seperti yang selalu dilakukan MLH pada setiap kegiatannya. MLH selalu menekankan aspek kolaborasi dengan berbagai pihak pada misi gerakan yang sama.

Seperti kolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI pada beberapa kegiatan awareness lingkungan hidup, seperti kegiatan Peringatan Hari Lingkungan Hidup Internasional di bulan Juni 2024.

Kemudian pada Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang telah menginisiasi banyak kegiatan terutama pada isu-isu rehabilitasi gambut dan mangrove. Seperti Pelatihan Muballigh/Muballighot Muhammadiyah Peduli Mangrove di Pontianak, Kalimantan Barat pada 04-06 Oktober 2024.

Kegiatan selanjutnya juga seperti Pelatihan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Peduli Mangrove di Medan, Sumatera Utara pada 12-14 Desember 2024, hingga mencetuskan buku Pedoman Pengkaderan Mangrove dengan tujuan memasifkan pengkaderan Muhammadiyah di bidang rehabilitasi mangrove kedepannya.

Selain itu, MLH juga berkolaborasi bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada kegiatan Green Qurban 2024. Bagaimana aksi ini diharapkan akan menjadi role model pelaksanaan Hari Raya Idul Adha yang jauh lebih ramah lingkungan. Selain menjadi momentum pendekatan hamba kepada Tuhannya, disaat yang sama dijadikan ajang untuk membuktikan kepeduliaan umat kepada lingkungan sekitarnya.

Tidak terbatas pada instansi pemerintahan, MLH juga aktif berkolaborasi bersama banyak pihak swasta lainnya. Seperti bersama Viriya Foundation dengan pelaksanaan program 1000 Cahaya untuk misi emisi nol bersih di Indonesia. Program ini menyasar pada banyak Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Indonesia untuk sama-sama meningkatkan inovasi gerakan lingkungan hidupnya serta berupaya mengurangi jejak emisi karbon yang dihasilkan.

MLH menyadari betapa pentingnya kolaborasi terhadap permasalahan lingkungan yang semakin kompleks. Selama ada gerakan yang mengedepankan misi perawatan lingkungan,harus ada inisiasi kolaborasi bersama untuk mewujudkan kelestarian ekosistem.

Teknologi dan Inovasi Ramah Lingkungan

Kemajuan zaman dan berkembangnya teknologi secara massif menjadi tantangan tersendiri bagi MLH untuk dapat merangkai ide perawatan lingkungan yang lebih modern dan tak terkekang zaman. Kenyataan ini menuntut kita untuk menciptakan solusi akan permasalahan iklim yang jauh lebih inovatif dan relatable dengan perkembangan zaman.

Seperti halnya pemanfaatan potensi energi terbarukan selain fosil yang mana Indonesia sendiri menyimpan cadangan energi alternatif begitu besarnya. Seperti potensi energi surya yang disebutkan Kementerian ESDM sebesar 207,8 gigawatt, kemudian potensi energi air sebersar 94,4 MW, energi angin yang secara kumuluatif mencapai angka 978 MW, hingga potensi energi panas bumi sebesar 28,91 GW yang mencakup 40% dari potensi panas bumi global.

MLH melihat fakta ini sebagai satu harapan besar akan berpindahnya ketergantungan manusia pada energi fossil yang terbatas sedikit demi sedikit dan bertahap. Perjalanan transisi energi memang masih panjang, tapi inisiasi ini harus diambil segera seperti yang dilakukan oleh MLH dengan menghidupkan kembali Solar Panel di asset-aset Muhammadiyah selama 2024. Terutama di Kantor PP Muhammadiyah itu sendiri.

Selain itu, insight pemanfaatan energi terbarukan juga rutin dilakukan terhadap AUM di seluruh Indonesia sembari mengupayakan pengurangan jejak emisi karbon seperti kegiatan Training Audit Energi yang dilakukan di Yogyakarta pada 18 Oktober 2024 dan di Surabaya pada 24 November 2024.

Perencanaan yang jauh lebih matang untuk perluasan kesadaran akan pentingnya transisi energi akan terus menerus diperluas ke seluruh titik di Indonesia. Terutama pada aspek aksesibilitas yang masih jauh dari kata merata. Misal pada wilayah tertinggal seperti di Nusa Tenggara Timur yang hanya memiliki akses energi terbarukan sebesar 8%. Angka ini jauh dari rata-rata nasional yang sebesar 23%.

Berbagai macam produk inovatif dengan pendekatan teknologi juga dilahirkan oleh MLH guna menyelesaikan masalah lingkungan. Khususnya pada pengurangan limbah organic dengan inovasi Bioreaktor “Kapal Selam” yang dikembangkan di Jawa Tengah oleh MLH PWM Jawa Tengah.

Produk lainnya yang sedang dikembangkan adalah Reverse Vending Machine (RVM) atau ATM Sampah dengan pendekatan IPTEK guna mengurangi sampah botol plastic dan emisi karbon yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Perencanaan RVM ini akan terletak di 1000 titik di seluruh Indonesia hingga 3 tahun kedepan.

Mengingat kenyataan bahwa Indonesia masih menghasilkan 7,2 ton sampah plastic pertahun, yang dimana 2,8 juta ton tidak terkelola dengan baik menurut laporan Plastic Waste Institute (2024), maka inovasi teknologi yang spesifik pada isu pengurangan sampah akhirnya menjadi vital untuk terus diupayakan bersama.

Penerapan teknologi hijau ini menjadi salah satu kontenstrasi khusus pergerakan MLH pada beberapa tahun mendatang. Dengan kolaborasi berbagai pihak dan dukungan dari banyak kader Muhammadiyah di seluruh Indonesia, gerakan lingkungan akan semakin massif bahkan di era kemajuan zaman dan teknologi.

Penutup

Gerakan lingkungan hidup Muhammadiyah melalui MLH selama 2024 menunjukkan bahwa meski banyaknya tantangan pada isu lingkungan yang semakin besar dan kompleks, terdapat potensi besar untuk membuat dan mengagas kemajuan yang signifikan.

Keberhasilan akan beberapa inisiasi MLH memberi inspirasi bawah adanya perubahan besar selalu akan dimulai dari langkah kecil dan sederhana yang terencana. Dengan peningkatan kualitas diri, memperluas akses teknologi hijau, hingga mengupayakan aksi kolaborasi disetiap gerakannya, gerakan lingkungan hidup di Indonesia akan menjadi model keberlanjutan yang akan diakui global. Momentum yang sudah berlalu harus dimanfaatkan dan dijadikan pembelajaran bagaimana dapat melangkah jauh kedepan untuk menjaga alam, menjaga lingkungan, dan merawat bumi bagi generasi mendatang. Masa depan bumi akan menjadi saksi, bagaimana aksi kita pada bumi di hari ini.

Oleh : Djihadul Mubarok, S.E., M.H. (Sekretaris Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah)

Exit mobile version