Semarak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025: Muhammadiyah Hadir untuk Bumi

Jakarta, 4 Juni 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi meluncurkan Semarak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, sebuah rangkaian program nasional yang bertujuan untuk mengarusutamakan kesadaran ekologis dan memperkuat peran aktif umat Islam dalam merespons krisis lingkungan global.

Dengan mengangkat tema “Menjaga Amanah Bumi, Menata Peradaban Hijau”, MLH PP Muhammadiyah menggagas empat program strategis; Green Qurban, Adiwiyata Berkemajuan, Hutan Berkemajuan, dan Green Hajj—yang akan digelar secara nasional sepanjang Juni 2025. Keempat program ini dirancang untuk menanamkan nilai tanggung jawab ekologis ke dalam ibadah, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Krisis lingkungan bukan lagi persoalan masa depan, ia adalah kenyataan hari ini. Dan umat Islam tidak boleh diam. Sebagai gerakan Islam berkemajuan, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral dan teologis untuk menjadi pelopor kesalehan ekologis,” tegas M. Azrul Tanjung, Ketua MLH PP Muhammadiyah, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta (4/6).

Empat Program Strategis untuk Bumi

1. Green Qurban – 7–8 Juni 2025

Green Qurban merupakan transformasi praktik ibadah qurban yang mengedepankan prinsip keberlanjutan. Program ini akan dilaksanakan secara serentak di tujuh titik strategis—Medan, Tangerang Selatan, Pati, Cilacap, Lamongan, Bima, dan Papua Barat Daya. Bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Muhammadiyah mendorong pelaksanaan qurban yang ramah lingkungan, mulai dari pemilihan hewan yang sehat dan etis, pengelolaan limbah yang tidak mencemari, hingga edukasi masyarakat tentang dampak ekologis sektor peternakan.

“Qurban bukan sekadar ibadah ritual, tetapi juga etika ekologis. Muhammadiyah ingin qurban tidak menghasilkan lebih banyak sampah dan emisi, melainkan menebarkan nilai rahmat bagi seluruh alam,” ujar Djihadul Mubarok, Sekretaris MLH PP Muhammadiyah.

2. Program Adiwiyata Berkemajuan – 23 Juni 2025, Bandung

Bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), MLH mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pendidikan lingkungan melalui program Adiwiyata Berkemajuan. Kegiatan ini akan melibatkan sekolah-sekolah Muhammadiyah dalam sosialisasi, bimbingan teknis, hingga penilaian menuju status sekolah Adiwiyata.

“Pendidikan ekologis harus menjadi bagian dari karakter siswa sejak dini. Muhammadiyah yang memiliki lebih dari 5.000 sekolah adalah kekuatan besar untuk membentuk generasi hijau,” kata Buya Anwar Abbas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang hadir secara daring dalam konferensi pers.

3. Hutan Berkemajuan – 23 Juni 2025, Sorong

Papua, yang menyimpan 35% hutan primer Indonesia, kini menghadapi tekanan eksploitasi. Untuk itu, MLH akan mengadakan Workshop Pemberdayaan Hutan di Sorong khusus bagi pengurus MLH PWM se-Papua. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dalam menjaga kawasan hutan secara lestari dan adil.

“Hutan bukan hanya ekosistem, melainkan simbol identitas dan masa depan masyarakat Papua. Muhammadiyah hadir untuk mendukung penguatan lokal dan advokasi lestari,” tegas Azrul Tanjung.

4. Green Hajj – 30 Juni 2025, Jakarta

Sebagai negara pengirim jamaah haji terbesar di dunia, Indonesia juga menyumbang ribuan ton sampah setiap musim haji. Menjawab tantangan ini, MLH dan BPKH meluncurkan buku “Responsible Green Hajj”, sebuah panduan praktis untuk ibadah haji yang ramah lingkungan.

“Buku ini adalah upaya kecil untuk menyadarkan jamaah bahwa haji juga harus menjadi ibadah yang peduli bumi. Kita ingin menanamkan etika konsumsi dan keberlanjutan dalam ritual ibadah,” terang Harry Alexander, perwakilan BPKH.

Dengan pelaksanaan empat program unggulan ini, Muhammadiyah tidak hanya memperingati Hari Lingkungan Hidup secara seremonial, melainkan menghadirkan aksi nyata dan sistemik sebagai bagian dari green movement berbasis keislaman. MLH PP Muhammadiyah mengajak seluruh warga persyarikatan, mitra, dan masyarakat luas untuk menjadi pelaku perubahan. “Ini bukan hanya tentang program. Ini tentang arah peradaban. Kita ingin membangun peradaban Islam yang berpihak pada kelestarian ciptaan Tuhan. Semarak Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 adalah panggilan untuk semua,” tutup Azrul Tanjung.

Leave a Comment

Back to top button