1. Mengurangi sisa makanan dan konsumsi berlebihan. Berbukalah dengan makan secukupnya, jangan menyisakan makanan, dan lakukanlah seperti yang di-sunnah-kan (mengisi sepertiga perut dengan makanan, seperti tiga dengan air, dan sepertiga kosong). 2. Berbukalah dengan buah-buahan dan sayuran. Nabi Muhammad lebih banyak mengkonsumsi gandum, kurma, air, susu, madu, sayur, dan buah, sementara daging bukanlah bagian dari santapan sehari-hari beliau. 3. Mengurangi penggunaan botol plastik. Kurangi penggunaan botol plastik untuk meminimalisir efek pemanasan global dan akan merusak lingkungan. 4. Mengurangi penggunaan styrofoam. Styrofoam adalah bahan yang tidak dapat diatur ulang, sehingga akan tetap menjadi sampah. 5. Menggunakan botol minum sendiri (tumbler). Jika kamu sedang pergi ke masjid, kantor, sekolah, atau ke rumah teman, biasakan selalu membawa botol minum sendiri (tumbler) yang bisa diisi menjelang waktu berbuka puasa. 6. Menghentikan penggunaan piring, gelas, dan sendok plastik sekali pakai. Lebih baik menggunakan alat makan yang bisa dipakai lagi di kemudian hari. 7. Membawa tas/tempat yang tidak sekali pakai ketika berbelanja ke toko/supermarket. Upaya pengurangan plastik senantiasa harus diinisiasi dari diri sendiri terlebih dahulu. 8. Menghemat air wudhu dan memanfaatkan sisa air wudhu. Saat berwudhu, Nabi Muhammad hanya menghabiskan dua kepal air atau sekitar setengah liter, sisa air wudhu pun sebaiknya dimanfaatkan. 9. Membiasakan naik kendaraan umum. Penggunaan kendaraan pribadi perlu dikurangi dengan membiasakan diri naik kendaraan umum sebagai ikhtiar pengurangan emisi gas karbon. 10. Menanam pohon produktif. Mulailah menanam berbagai tanaman produktif, baik di halaman rumah maupun di masjid-masjid. 11. Menguatkan dan mengimplementasikan program-program MLH. seperti Gerakan Shadaqah Sampah (GSS), eco-village, Audit Lingkungan Mandiri Muhammadiyah (ALIMM), green school muhammadiyah, dan masjid ramah lingkungan. Program-program pengembangan MLH hendaknya dikuatkan dan diimplementasikan dengan baik dan berkelanjutan.