Peluncuran Buku Pelatihan Kader Muhammadiyah Peduli Gambut dan Mangrove : Langkah Nyata Restorasi Ekosistem

Jakarta, 5 November 2024 – Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan peluncuran Buku Pelatihan Kader Peduli Gambut dan Mangrove di Hotel Mercure Cikini, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci, termasuk para penulis buku dan perwakilan dari berbagai organisasi yang memberikan masukan terkait pengembangan materi dalam buku tersebut.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua MLH PP Muhammadiyah, Azrul Tanjung, yang menyampaikan harapan besarnya terhadap buku ini sebagai pedoman utama untuk pengkaderan lingkungan berbasis restorasi gambut dan mangrove. “Buku ini dirancang untuk memandu pengkaderan yang lebih progresif, khususnya di bidang restorasi ekosistem gambut dan mangrove. Saya berharap ini bisa menginspirasi kader Muhammadiyah untuk menguatkan misi keberlanjutan lingkungan,” ungkap Azrul.

FGD yang digelar ini merupakan bagian penting dalam proses penyusunan buku yang ditulis oleh empat tokoh lingkungan: Budianto dari BRGM, Azis Abdul Azis Anshari dari MLH PP Muhammadiyah, Djihadul Mubarok sebagai Sekretaris MLH PP Muhammadiyah, dan Rihlah Nur Aulia dari MLH PP Muhammadiyah. Buku ini diharapkan menjadi panduan pelatihan yang komprehensif bagi kader Muhammadiyah dan masyarakat umum yang ingin berkontribusi dalam pelestarian ekosistem gambut dan mangrove yang kian terancam.

Dalam sesi pemaparan, Budianto mengungkapkan harapannya agar buku ini menjadi referensi utama di tingkat masyarakat, khususnya di kalangan kader Muhammadiyah. “BRGM berharap buku ini juga akan membantu memperluas kampanye konservasi mangrove melalui publikasi organik di berbagai media,” jelas Budianto, menggarisbawahi pentingnya keterlibatan publik yang lebih luas.

Djihadul Mubarok menambahkan bahwa buku ini akan diterbitkan dalam dua edisi, yakni edisi untuk kader dan edisi untuk fasilitator. “Klasifikasi kader formal sangat diperlukan agar regenerasi dan pengkaderan lingkungan dapat berjalan dengan lebih terstruktur dan berkelanjutan,” ujarnya, mengungkap landasan yang melatarbelakangi lahirnya buku ini.

Menurut Azis Abdul Azis Anshari, sinergi yang telah dibangun antara MLH PP Muhammadiyah dan BRGM selama ini perlu terus diperkuat dan diperluas. Buku ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader untuk memahami dan mendukung pemeliharaan ekosistem gambut dan mangrove. “Kedepan, kegiatan penyadaran ini harus semakin masif, dan kami berharap buku ini bisa menjadi pedoman bagi kegiatan tersebut,” jelas Azis.

Setelah sesi pemaparan, diskusi dilanjutkan dengan berbagai tanggapan dari para peserta FGD yang berasal dari berbagai elemen. Mulai dari para pengurus MLH PP Muhammadiyah, kemudian Majelis/Lembaga UPP PP Muhammadiyah yang diantaranya menekankan perlunya menjelaskan tujuan utama buku ini sebagai pedoman resmi pengkaderan dan perlunya memperkuat landasan ideologis yang diselaraskan dengan prinsip-prinsip keislaman dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Kemudian ada juga Organisasi Otonom PP Muhammadiyah (DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah) yang memfokuskan pada pentingnya keterlibatan ortom dalam proses pengkaderan. Referensi yang disajikan dalam buku ini diharapkan menjadi pedoman berkelanjutan bagi pelatihan kader IPM dan IMM kedepan terkait pelestarian ekosistem gambut dan mangrove.

Penanggap dari pihak eksternal  ada Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama, dan Purpose Indonesia. Mereka memberikan masukan agar buku ini dilengkapi dengan panduan praktis dan data lapangan yang komprehensif untuk mendukung efektivitas kader dalam menjaga ekosistem gambut dan mangrove.

Terakhir terdapat tanggapan dari pihak Media Viva News dan Republika yang menyoroti gaya bahasa dalam buku ini agar lebih inklusif dan menghindari istilah yang terlalu teknis. Pihak media berharap buku ini dapat memudahkan pembaca dari berbagai kalangan untuk memahami pentingnya ekosistem gambut dan mangrove secara lebih sederhana dan aplikatif.

FGD ini menjadi wadah diskusi yang produktif dalam menyempurnakan materi buku agar dapat dijadikan rujukan oleh seluruh kalangan. Hasil dari diskusi ini juga mencakup rekomendasi untuk memasukkan uji kompetensi kader dan modul pelatihan yang lebih terstruktur dalam edisi lanjutan buku ini. Dengan adanya Buku Pelatihan Kader Peduli Gambut dan Mangrove ini, MLH PP Muhammadiyah dan BRGM berharap dapat menciptakan generasi kader yang memiliki pemahaman mendalam tentang konservasi ekosistem, serta mampu bertindak nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Leave a Comment

Back to top button